Terkubur selama 30.000 tahun di tundra atau padang rumput beku Siberia, ilmuwan Rusia berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga kecil dan kurus. Sebuah pembudidayaan tanaman dari jaringan kuno paling tua di dunia.
Tanaman itu dinamai Silene stenophylla, tumbuh dan menghasilkan bunga putih dengan kelopak berenda.
"Ini sangat menarik," kata Jane Shen-Miller, biologis dari University of California, Los Angeles, yang tak terlibat dalam penelitian itu, seperti dimuat situs sains LiveScience. "Ini berasal dari jaringan purba, katakanlah sekitar 30.000 tahun lalu, ini sangat, sangat menarik."
Shen-Miller sebelumnya memimpin proyek yang membangkitkan benih teratai berusia 1.300 tahun dari China Utara. Kelompok ilmuwan lain pada tahun 2005 berhasil menumbuhkan kembali benih pohon kurma berusia 2.000 tahun dari Israel -- yang sebelumnya memegang rekor tertua. Apa yang dihasilkan para ilmuwan Rusia itu jelas melampaui semua pencapaian yang pernah dilakukan para ahli.
Selanjutnya...








