Selasa, 21 Februari 2012

Tanaman Berusia 30 ribu Tahun Berhasil Dihidupkan kembali

Terkubur selama 30.000 tahun di tundra atau padang rumput beku Siberia, ilmuwan Rusia berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga kecil dan kurus.  Sebuah pembudidayaan tanaman dari jaringan kuno paling tua di dunia.

Tanaman itu dinamai Silene stenophylla, tumbuh dan menghasilkan bunga putih dengan kelopak berenda.

"Ini sangat menarik," kata Jane Shen-Miller, biologis dari University of California, Los Angeles, yang tak terlibat dalam penelitian itu, seperti dimuat situs sains LiveScience. "Ini berasal dari jaringan purba, katakanlah sekitar 30.000 tahun lalu, ini sangat, sangat menarik."

Shen-Miller sebelumnya memimpin proyek yang membangkitkan benih teratai  berusia 1.300 tahun dari China Utara. Kelompok ilmuwan lain pada tahun 2005 berhasil menumbuhkan kembali benih pohon kurma berusia 2.000 tahun dari Israel -- yang sebelumnya memegang rekor tertua. Apa yang dihasilkan para ilmuwan Rusia itu jelas melampaui semua pencapaian yang pernah dilakukan para ahli.
Selanjutnya...

Cabai Terpedas di Dunia

Tantangan baru bagi penggemar rasa pedas. Sejumlah pakar dari State University New Mexico mengidentifikasi varietas cabai terpedas di bumi: Trinidad Moruga Scorpion.

Jangan bayangkan cabai rawit yang berukuran jari kelingking. Varietas cabai ini berukuran sebesar bola golf dengan tingkat kepedasannya mencapai 1,2 juta unit skala Scoville.

Tingkat kepedasan yang sungguh luar biasa, mengalahkan cabai terpedas versi Guinness Book of Records yang hanya 1,17 juta unit Scoville. Tak hanya menciptakan sensasi superpanas di bibir dan perut, tapi juga merangsang produksi keringat dan air mata.

"Saat gigitan pertama, rasanya tidak terlalu buruk. Tapi, seperti ada rasa yang tertunda. Pedasnya terus berkembang, berkembang, dan berkembang menjadi sangat buruk," kata Paul Bosland, pakar cabai terkenal, yang memimpin penelitian, seperti dikutip Telegraph.
Selanjutnya...

Atraksi Kebal, 2 Anggota Perguruan Silat Kera Sakti Tewas

Dua anggota perguruan bela diri Kera Sakti  tewas mengenaskan dan seorang lainnya kritis saat mengikuti latihan kekebalan tubuh dengan digilas kendaraan roda dua, roda empat serta mengkonsumsi racun tikus. Aksi maut ini dilakukan saat anggota perguruan kera sakti mengikuti ujian kenaikan tingkat di terminal bus antar kota Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Aparat kepolisian telah menetapkan dua pimpinan perguruan kera sakti sebagai tersangka dengan barang bukti sebuah kendaraan, racun tikus dan sejumlah kendaraan roda dua. Kasat Reskrim Polres Kupang, Ajun Komisais Polisi Yohanes Kristian Tanau yang dihubungi di Kupang, Selasa 21 Februari 2012 mengatakan,  sebagian besar anggota perguruan adalah warga keturunan Timor Timur yang menetap di lokasi transmigrasi lokal Noelbaki, Tuapukan, Manusak dan Tuapukan.

Para saksi mata mengatakan, awalnya, anggota perguruan menguji tingkat kekebalan mereka dengan mengkonsumsi racun tikus. Aksi ini dinilai sukses, karena tidak ada anggota perguruan yang mengeluh sakit. “Atraksi berikutnya,  tiga anggota perguruan tidur di aspal dan beberapa kendaraan roda dua menggilas tubuh mereka berulang kali. Aksi ini pun sukses karena ketiga anggota perguruan tersebut tidak mengalami luka lecet maupun luka serius,” kata Alberto Amaral (24), salah satu anggota perguruan. 
Selanjutnya...